Rabu, 05 Februari 2014
Lapter Bawean Menjadi Harapan Masyarakat Bawean Saat Cuaca Buruk

Net
Pesawat Lion Air sedang diparkir di bandara
TRIBUNJATIM.COM,GRESIK – Proyek pembangunan Lapangan Terbang (Lapter) di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean yang sejak 2004 sampai sekarang terkendala pembebasan lahan untuk landasan pacu (run way).
Awalnya hanya 900 meter sekarang dijadikan 1.200 meter. Pemerintah Kabupaten Gresik mengklaim pembebasan lahan untuk 1.200 meter sudah selesai.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, mengatakan penambahan panjang run way dari 900 meter menjadi 1.200 meter tidak ada masalah.
“Tidak ada masalah, penambahan lahan sudah selesai,” kata Sambari, usai sidang Paripurna di DPRD Gresik, Selasa (10/9/2013).
Sementara, Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim, sekaligus sebagai warga Bawean, mengatakan,bahwa sebelum panjang run way menjadi 1.200 meter untuk landasan pacu masih ada tanah milik warga belum dibebaskan, luasnya sekitar 62 hektar lebih. Harapannya tanah tersebut tidak jatuh ke tangan orang yang tidak berhak.
“Pembelian tanah tersebut bisa langsung ke orang yang mempunyai hak penguasaan tanah. Sekarang mereka sudah bersedia menjual tanahnya dengan harga murah untuk kesuksesaan pembangunan lapter,” kata Zulfan, usai sidang paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD).
Pembangunan run way sepanjang 1.200 meter di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Gresik, Pulau Bawean, hanya untuk pesawat jenis foker.
“Kedepan, kita ingin panjang landasan paling tidak bisa 1.500 meter, sehingga bisa untuk pesawat jenis ATR 72, yang penumpangnya bisa 70 orang. Jika sampai 2.000 meter pesawat jet bisa turun ke bandara itu dan menjadi landasan alternatif jika Bandara Juanda ada badai dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Sampai saat ini Pemkab Gresik hanya kebagian pembebasan lahan, pembangunan dan pengadaan perlengkapan sarana dan prasarana penerbangan disiapkan oleh pusat atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pembangunan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi. Alat navigasi dan bangunan semuanya sana (Pemerintah Pusat dan Provinsi, RED). Sekarang tinggal 4 persen. Sampai sekarang masih terbentang landasan pacu," jelasnya.
Terkait pembebasan lahan yang terkesan sangat sulit, Ketua DPRD Gresik tetap bangga bahwa pembebasan lahan untuk lapter di Pulau Bawean sangat cepat.
“Penyediaan tanah sejak 2004 sampai sekarang termasuk cepat. Di mana-mana pembebasan lahan memang sulit, masih untung sekarang sudah selesai. Kemarin ada kabar dari masyarakat ada pesawat capung mendarat di sana, mungkin dari angkatan udara," kata Zulfan.
Namun untuk anggaran pembebasan lahan tersebut Ketua DPRD Gresik tidak mau terbuka.
“Untuk landasan pacu sudah dianggarkan tahun kemarin. Sekarang ini untuk yang di luar landasan pacu. Jika ada tanah yang dirasa murah bisa digunakan tempat wisata,” jelasnya.
Dengan keberadaan lapter di Pulau Bawean sangat menjadi harapan masyarakat Bawean sebab masyarakat Baweab lebih banyak di luar Bawean dari pada tinggal di Bawean. “Masyarakat Bawean berharap lapter bisa menjadi alternatip ketika ombak besar, sementara saat kecepatan angin tidak kencang pesawat tetap bisa landing sehingga warga tetap bisa pulang pergi dari Bawean,” imbuhnya.
Harapannya Pemerintah Kabupaten Gresik ke depan harus menyiapkan sistem penataan wisatawan yang akan berkunjung ke Bawean. “Tentu Pemerintah Daerah harus menyiapkan regulasinya. Misalnya, karena di Bawean muslim 100 persen, maka cara pakaian turis harus diatur. Tidak boleh pelukan di tempat umum, seperti di Emerat Arab kalau tidak ada ikatan perkawinan tidak boleh tinggal satu hotel dalam kamar. Semua akan menjadi pertimbangan nantinya,” imbuhnya.
Menurut Zulfan yang juga warga Bawean menambahkan bahwa Pantai Labuan dekat Lapter Bawean sangat indah. “Indahnya itu seperti Pantai Pattaya, Thailand. Kalau dilihat dari atas tengah, Pantai Labuan itu kalahnya hanya dengan Pattaya. Ini kata turis Australia yang ketemu di luar negeri,” pungkasnya.
Terpisah, Kabid Komunikasi dan Informasi Perhubungan Udara dan Perkeretaapian, Manuntun Sianturi mengatakan, proyek lapter tersebut adalah proyek Dirjen Perhubungan dengan kerjasama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Kabupaten hanya mendapat tugas pembebasan lahan. Untuk panjang run way sesuai dengan permintaan Dirjen Perhubungan.
“Dirjen perhubungan pusat yang menyediakan maskapainya, termasuk MoU dengan maskapai penerbangan. Panjang run way sudah sesuai MoU dengan Dirjen perhubungan dan Pemprov Jatim, sebab Pemkab hanya menyediakan lahan,” kata Manuntun.
Direncanakan, lapter di Bawean akan beropersasi pada awal 2014. “Kemarin masih terkendala pembebasan lahan, sekarang sudah selesai dan dijadwalkan awal 2014,” jelasnya.
Walaupun masih dalam lamunan, dengan adanya lapter tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Bawean dan Gresik secara umum.
“Nanti kalau semua sudah beroperasi, perekonomian di Bawean bisa ikut meningkat termasuk investor juga ikut masuk, tidak kemungkinan panjang run way bisa ditambah menjadi 1.500 sampai 2.000,” imbuhnya.
“Nanti kalau semua sudah beroperasi, perekonomian di Bawean bisa ikut meningkat termasuk investor juga ikut masuk, tidak kemungkinan panjang run way bisa ditambah menjadi 1.500 sampai 2.000,” imbuhnya.
Namun dari pengadaan lapter di berbagai daerah Jawa Timur, khususnya di Bawean, menurut Manuntun pemerintah pusat tidak hanya berfikir mendapatkan keuntungan.
“Tujuan pembangunan tidak hanya profit dan dapat dinikmati langsung keuntungannya, tapi jangka panjangnya untuk meningkatkan dan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
Selasa, 04 Februari 2014
Megan Edwards Awek Baru Usain Bolt

Mengikut maklumat yang diterima, lelaki paling pantas di dunia, Usain Bolt dikatakan telah mempunyai seorang teman wanita yang juga merupakan atlit junior Britain, Megan Edwards.
Bolt dan Edwards pertama kali bertemu ketika kedua-dua mereka menjadi model bagi sesi fotografi memperagakan jersi Olimpik pasukan Jamaica sebelum acara sukan tersebut bermula.
Menurut sumber daripada The Sun, Bolt telah meraikan kejayaannya dalam meraih tiga pingat emas di acara sukan Olimpik bersama dengan Edwards.
"Semua orang cuba mendekati beliau, tambah-tambah golongan gadis-gadis. Tetapi Usain hanya mempunyai mata untuk seorang gadis sahaja pada malam itu dan ia adalah Megan. Megan berada bersama Usain sepanjang malam."
Edwards, seorang atlit junior daripada Kelab Olahraga Dartford Harriers, merupakan gadis yang sangat bertuah. Bolt kini dianggarkan bernilai kira-kira US$35 juta dolar.
Bolt dan Edwards pertama kali bertemu ketika kedua-dua mereka menjadi model bagi sesi fotografi memperagakan jersi Olimpik pasukan Jamaica sebelum acara sukan tersebut bermula.
Menurut sumber daripada The Sun, Bolt telah meraikan kejayaannya dalam meraih tiga pingat emas di acara sukan Olimpik bersama dengan Edwards.
"Semua orang cuba mendekati beliau, tambah-tambah golongan gadis-gadis. Tetapi Usain hanya mempunyai mata untuk seorang gadis sahaja pada malam itu dan ia adalah Megan. Megan berada bersama Usain sepanjang malam."
Edwards, seorang atlit junior daripada Kelab Olahraga Dartford Harriers, merupakan gadis yang sangat bertuah. Bolt kini dianggarkan bernilai kira-kira US$35 juta dolar.



Senin, 03 Februari 2014
Sabtu, 01 Februari 2014
Seekor Ibu Kucing Yang Tabah
Scarlett. Itulah nama bagi seekor ibu kucing yang amat berani, penuh kasih sayang dan sanggup menghadapi pelbagai kemungkinan. Mempunyai bulu jenis Calico, ia pernah menjadi tajuk perbualan utama seluruh dunia dalam insiden menyelamatkan lima ekor anak-anaknya daripada dijilat api kebakaran di tempat tinggalnya.
Mengimbau kembali kejadian ngeri itu, Scarlett tinggal di dalam garaj di Brooklyn bersama anak-anaknya. Ketika kebakaran itu berlaku, tiada ahli keluarga tuannya yang berada di rumah kerana mereka semuanya keluar bekerja. Setelah api dipadamkan, anggota bomba dapat melihat kucing itu dengan perlahan-lahan membawa anak-anaknya berusia empat minggu dari bangunan yang telah rentung, hangus dijilat api.
#Ini yang buat aku emo!
Mengimbau kembali kejadian ngeri itu, Scarlett tinggal di dalam garaj di Brooklyn bersama anak-anaknya. Ketika kebakaran itu berlaku, tiada ahli keluarga tuannya yang berada di rumah kerana mereka semuanya keluar bekerja. Setelah api dipadamkan, anggota bomba dapat melihat kucing itu dengan perlahan-lahan membawa anak-anaknya berusia empat minggu dari bangunan yang telah rentung, hangus dijilat api.
#Ini yang buat aku emo!

Jumat, 31 Januari 2014
Oil Stone Kota Di Tengah Laut
Jadi oil stone ini terbentuk di awal 1940-1950an, karena efek perang dunia II yang saat itu di perlukan sumber enrgi yg begitu banyak gan (minyak).
Sebelumnya rusia sudah mempunyai sumber minyak di daratan, namun karena perang dunia ke II, lama2 sumber minyak tersebut habis, sampai akhirnya timbul ide untuk membangun oil stone city ini di tengah2 laut lepas,untuk memaximalisasikan dari proyek pengambilan minyak di laut lepas itu sendiri.
Panjang jalanan kotanya sendiri bila di gabungkan 350 km (200 mil), disini terdapat juga sekolah, air mancur, gedung2, bahkan lapangan bola berumput untuk anak2 main bola.
Kota ini bahkan di tinggali oleh 2.000 jiwa, dan jarak kota ini ke daratan sejauh 42km.
Dan masyarakat kota ini terlihat bahagia hidup di kota yg mengapung di tengah-tengah laut ini
Sebelumnya rusia sudah mempunyai sumber minyak di daratan, namun karena perang dunia ke II, lama2 sumber minyak tersebut habis, sampai akhirnya timbul ide untuk membangun oil stone city ini di tengah2 laut lepas,untuk memaximalisasikan dari proyek pengambilan minyak di laut lepas itu sendiri.
Panjang jalanan kotanya sendiri bila di gabungkan 350 km (200 mil), disini terdapat juga sekolah, air mancur, gedung2, bahkan lapangan bola berumput untuk anak2 main bola.
Kota ini bahkan di tinggali oleh 2.000 jiwa, dan jarak kota ini ke daratan sejauh 42km.
Dan masyarakat kota ini terlihat bahagia hidup di kota yg mengapung di tengah-tengah laut ini





Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3291394
Kamis, 30 Januari 2014
Manusia yang Menghasilkan Api Ada di Dunia Nyata

Hal ini dapat tercapai dengan melakukan percepatan partikel untuk meningkatkan suhu hingga mencapai tingkat panas yang ekstrem dan sanggup memancarkan bunga api sehingga sanggup mengeluarkan api.Sebagian besar orang dengan karunia ini mempunyai kemampuan untuk meningkatkan suhu pribadi mereka untuk menghangatkan tubuh, bahkan dalam kondisi paling dingin.
Dalam beberapa tradisi pyrokinetic (orang yang dapat menggunakan pyrokinesis) dapat membuat api, tetapi secara "teknis" pyrokinetic hanya dapat memanipulasi api, meskipun mereka dapat membakar bahan mudah terbakar, membuat api setelahnya. Kemampuan untuk membuat api dari udara tipis, tanpa bahan mudah terbakar, disebut "pyrogenesis."

Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis (atau, kadang-kadang, psikokinesis)dimana seorang praktisi menggunakan pikirannya untuk mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka. Secara tradisional seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yang cukup untuk menciptakan api, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas, kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada. Jadi pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai di dekatnya , atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yang tidak wajar.
Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis (atau, kadang-kadang, psikokinesis)dimana seorang praktisi menggunakan pikirannya untuk mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka. Secara tradisional seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yang cukup untuk menciptakan api, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas, kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada. Jadi pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai di dekatnya , atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yang tidak wajar.
Walaupun tidak ada eksperimen empiris yang telah terbukti sesuai dengan yang ditampilkan oleh tradisi pyrokinesis populer , kemampuan untuk mengtinjauankan panas telah ditunjukkan oleh praktisi seni bela diri tertentu.
Seniman bela diri ini, dengan memanipulasi energi "chi", mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak "benar" melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol, meningkatkan dan peningkatan kemampuan alami tubuh untuk mengtinjauankan panas, sementara yang lain mengatakan bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian memenuhi syarat sebagai (telekinesis).Banyak yang memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yang cenderung lebih hangat kemudian berubah bentuk ke energi positif.Pemilik kemampuan ini cenderung penuh energi negatif dan dengan demikian sangat panas bila disentuh, atau dalam kekurangan energi negatif sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.
Fenomena yang dialami para penderita pyrokinetics, berbeda dengan yang disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spontaneous human combustion (SHC). SHC sering berakibat fatal, karena panas yang terjadi mampu mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit. Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya, bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yang menggunakan panas pada suhu 1.110 C. Perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah di situ. Itupun, bekas yang ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.
SHC adalah fenomena yang tidak secara langsung berkaitan dengan pyrokinesis, tetapi kesimpulan logis yang didapat dan telah ditarik diantara keduanya adalah jika seseorang tiba-tiba terbakar tanpa alasan yang dapat dipahami tentu saja dapat menjadi target pyrokinetic, jika seseorang mengandaikan adanya semacam itu. Teori-teori lain di sekitar keduanya, SHC dan praktisi pyrokinesis yang berjuang untuk mengendalikan kemampuan mereka dan secara tidak sengaja mengubahnya pada diri mereka sendiri, sehingga terjadilah SHC.
Willy Brough (12) dari Turlock, Kalifornia, misalnya, diduga mampu menyalakan api hanya dengan memandangnya. Akibatnya, ia harus menerima saja ketika diusir keluarganya karena dianggap kerasukan roh jahat.Untunglah, seorang petani yang tinggal dekat rumahnya mau memungut bocah itu dan kembali menyekolahkannya. Namun sayang, di sekolah baru ini ia hanya bertahan 1 hari. Karena hanya dalam sehari itu, lima ruang kelas dilalap api yang bersumber dari sorot matanya.
Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia, dekat Roma, yang selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya. Bermula pada tahun 1982, ketika buku komik yang dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala. Sejak itu, ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran. Meja-kursi dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya, termasuk juga seprai tempat tidurnya, atau barang-barang yang dipegangnya, terutama buku. Demikian pula dengan barang yang dipandangnya dengan serius, seperti yang pernah terjadi pada benda plastik yang dipegang pamannya.
Kemampuan itu membuat Benedetto merasa sangat malu, bahkan tertekan. Sementara para ilmuwan tidak mampu banyak membantunya. Profesor Mario Scuncio dari Pusat Kesehatan Sosial Tivoli misalnya, justruu memberikan diagnosis yang agak janggal dengan menilai kondisi kejiwaan anak laki-laki yang pendiam dan kutu buku itu sangat normal.Dr. Giovanni Ballesio, dekan jurusan pengobatan kesehatan dari Rome University, yang pernah menyelidiki kemungkinan ketidaknormalan pada orang yang memiliki kemampuan membangkitkan listrik tinggi pun tidak mampu menemukan penjelasan apa-apa di balik semua kebakaran itu. Benedetto hanya menyandarkan harapannya pada parapsikolog Demetrio Croce yang mencoba mengajarkan bagaimana mengontrol kemampuannya itu.
Nasib mengenaskan lain dialami Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.
Kemampuan seperti juga dikembangkan teratur oleh para biksu Tibet bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.
Tekhnik mereka ini disebut memperluas sushumna . Sushumna adalah jalur dari perjalanan kundalini hingga tulang belakang. Memperluas sushumna digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh dan membuat panas. Kemampuan ini juga dapat diterapkan untuk pyrokinesis (mengatur benda-benda hingga dapat terbakar dengan kekuatan pikiran).
Seniman bela diri ini, dengan memanipulasi energi "chi", mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak "benar" melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol, meningkatkan dan peningkatan kemampuan alami tubuh untuk mengtinjauankan panas, sementara yang lain mengatakan bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian memenuhi syarat sebagai (telekinesis).Banyak yang memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yang cenderung lebih hangat kemudian berubah bentuk ke energi positif.Pemilik kemampuan ini cenderung penuh energi negatif dan dengan demikian sangat panas bila disentuh, atau dalam kekurangan energi negatif sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.
Fenomena yang dialami para penderita pyrokinetics, berbeda dengan yang disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spontaneous human combustion (SHC). SHC sering berakibat fatal, karena panas yang terjadi mampu mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit. Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya, bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yang menggunakan panas pada suhu 1.110 C. Perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah di situ. Itupun, bekas yang ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.


Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia, dekat Roma, yang selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya. Bermula pada tahun 1982, ketika buku komik yang dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala. Sejak itu, ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran. Meja-kursi dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya, termasuk juga seprai tempat tidurnya, atau barang-barang yang dipegangnya, terutama buku. Demikian pula dengan barang yang dipandangnya dengan serius, seperti yang pernah terjadi pada benda plastik yang dipegang pamannya.

Nasib mengenaskan lain dialami Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.
Kemampuan seperti juga dikembangkan teratur oleh para biksu Tibet bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.

sumber
Rabu, 29 Januari 2014
Sejuta Kisah Menarik Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Kelenteng itu tampak unik dan menarik. Pada bagian atas gerbang masuknya terdapat ornamen berbentuk kepiting raksasa yang menjadikannya sebagai satu-satunya kelenteng yang menggunakan satwa kepiting sebagai ornamennya. Ada sejuta keindahan lainnya yang menarik perhatian saya untuk mengunjungi kelenteng yang bernama Kwan Sing Bio itu.

Kelenteng Kwan Sing Bio didominasi warna merah, kuning dan hijau yang terang pada bangunannya dengan banyak hiasan berbentuk Naga,lampion dan lilin berbagai ukuran. Dan tentu saja bau Dupa dan Hio yang senantiasa menguar dari dalam kelenteng.
Kelenteng Kwan Sing Bio berada di Jalan Raya R.E. Martadinata , Tuban – Jawa Timur. Cukup mudah menuju ke kelenteng ini karena lokasinya yang berada di tepi jalan raya utama jalur Pantai Utara Jawa dengan banyak angkutan umum yang melintasinya.


Kelenteng Kwan Sing Bio menganut ajaran Tri Dharma yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong. Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong.

Sebelum memasuki kelenteng Kwan Sing Bio, sebuah gerbang dengan bentuk khasnya dan ada replika hewan Kepiting akan menyambut pengunjung kelenteng. Di Indonesia, hiasan kepiting itu konon cuma ada di kelenteng ini.

Hiasan kepiting yang seolah menjadi Ikon Kelenteng Kwan Sing Bio itu ternyata berkaitan dengan sejarah awal kelenteng yang diperkirakan dibangun pada abad 18 ini. Karena dulunya , lokasi dibangunnya kelenteng ini adalah daerah tambak dengan banyak hewan kepiting hidup dan berkembang biak di sekitarnya.

Tak hanya itu, hewan kepiting itu ternyata juga bermakna simbolis karena dipercaya dapat memberi perlindungan pada kelenteng dan umatnya dari pengaruh unsur-unsur jahat sekaligus mengusirnya. Makna-makna simbolis tentang nilai-nilai kehidupan itu juga terdapat pada banyaknya hiasan satwa pada beberapa bagian bangunan kelenteng baik yang berupa relief, patung, lukisan dan sebagainya.

Sekitar 5 meter tepat di belakang gerbang, bangunan utama kelenteng Kwan Sing Bio berdiri dengan anggunnya. Di bagian depan kelenteng dan di dalam bangunan utama pada sebelah kanan dan kiri pintu masuk terdapat sepasang patung singa dengan posisi duduk . Patung singa ini juga bermakna simbolis sebagai kekuatan dan penjaga kelenteng.

Di bagian atas pintu masuk kelenteng terdapat lukisan kelelawar. Satwa pemakan buah-buahan ini bermakna membawa keuntungan, kebahagiaan dan panjang umur. Sedangkan di bagian atap kelenteng di bagian depan terdapat hiasan sepasang naga ( Lung ) dengan bola apinya. Hewan pada mitologi Tionghoa ini dipercaya melambangkan kesuksesan, kekuatan dan kemakmuran.

Bangunan utama Kelenteng Kwan Sing Bio terbagi menjadi 3 bagian Ruangan dengan banyak petugas kelenteng yang hilir mudik membantu keperluan umat kelenteng. Ruangan yang pertama di bagian depan untuk membakar dupa dan hio dengan terdapat banyak lilin berbagai ukuran .

Di ruangan ini sambil membakar dupa atau hio, umat kelenteng bersembahyang dengan menghadap utara, ke arah laut. Sedangkan di ruangan yang kedua yang berada di bagian tengah digunakan untuk melakukan sembahyang dan juga menaruh beraneka Buah persembahannya.
Untuk ruangan ketiga yang terdapat di bagian belakang inilah terdapat Arca Dewa Kwan Kong dan arca dewa-dewa lainnya yang Dikeramatkan. Umat dan pengunjung kelenteng dilarang keras untuk memotret ruangan ini dengan segala isinya.


Di depan arca Dewa Kwan Kong inilah biasanya umat atau pengnjung kelenteng melakukan ritual jiam sie untuk berbagai keperluan seperti kelancaran usaha, kesehatan dan pengobatan atau sekedar untuk menerawang peruntungan dan nasib pada karir, jodoh dan sebagainya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
OLeh-oleh Khas Tuban
Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik
Eksotisme Tradisi dan Budaya Dalam Pengantin Betawi
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga
Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban
Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik
Eksotisme Tradisi dan Budaya Dalam Pengantin Betawi
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga
Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban
Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Koleksi Tengkorak Manusia Di Museum Santet
Sumur Gemuling Yang Keramat Di Makam Sunan Bejagung
Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong
Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung
Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura
Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong
Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung
Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura
Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Oleh-oleh Dendeng Tokek Dari Probolinggo
Ancaman Maut Di Anak Gunung Kelud
Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya
Spa Alami Di Wisata Gunung Kelud
Penampakan Hantu Di Petilasan Gembul
Kelenteng Boo Hway Bio Yang Indah Di Mojoagung
Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya
Nuansa Menegangkan Di Terowongan Gunung Kelud
Tauwa, Kuliner Peranakan Tionghoa Di Nusantara
Sayembara Unik Mengangkat Mesin Ketik Kuno
Sejuta Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud
Mobil Mercedes Benz Kuno Peninggalan Bung Karno
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Nostalgia Bung Karno Dengan Tokoh-tokoh Dunia
Gereja Batu Yang Unik Di Puhsarang Kediri
Patung Budha Sedang Tidur Di Mojokerto
Nostalgia Bung Karno dengan Tokoh Populer Dunia
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Kelenteng Hok Liong Kiong Yang Indah Di Jombang
Patung Makco Thian Shang Sen Mu Di Kediri
Masjid Cheng Ho Yang Indah Unik Di Surabaya
Jejak Bioskop Peninggalan Dinasti Sampoerna
Nuansa Misteri Di Mercusuar Sembilangan Madura
Patung Dewi Kwan Im Di Pantai Surabaya
Jejak Kerajaan Majapahit Di Candi Brahu
Jejak Makam Belanda Di Kota Surabaya
Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET
Meriahnya Parade Senja Di Grahadi Surabaya
Pura Mandara Giri Semeru Yang Megah Di Lumajang
Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum
Bisnis Tokek Yang Menggiurkan Ala Probolinggo
Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro
Gadis di Tuban Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik
Gedung Setan Yang Terkenal Di Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Fenomenal
Indahnya Panorama Senja Di Pantai Kartini
Pasar Tradisional Di Ranuyoso Yang Eksotis
Kelenteng Sumber Naga Di Kota Probolinggo
Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi
Bunker Peninggalan Belanda Di Surabaya
Wisata Guci Alit Yang Indah Di Lumajang
Pura Luhur Poten Di Lautan Pasir Gunung Bromo
Gunung Bromo Yang Indah Dan Mengesankan
Lokomotif Kuno Di Museum Probolinggo
Legenda Tank Amfibi Peninggalan Belanda Di Ranu Grati
Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban
Indahnya Pantai Panyuran - Tuban
Pameran Foto Bol Brutu di House Of Sampoerna
Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Makam Siti Fatimah Binti Maimun Yang Unik
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio
Wanita Mini 75 cm dari Tuban
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban
Tradisi Bubur Suruh Di Makam Sunan Bonang
Buah Kenitu Yang Nikmat Dan Segar
Kesenian Jaran Bodag Yang Eksotis dari Probolinggo
Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisat` Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik
Arca-arca Kuno Di Pemandian Banyu Biru
Relief Erotis Di Situs Gua Pasir
Rumah Kucing Di Lamongan
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio
Gulai Kacang Hijau Yang Unik Ala Surabaya
Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api
Rumah Gajah Mungkur Yang Indah Dan Unik
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan
Parade Foto-foto Indah Karya Brutuis
Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung
Uang Lama Dan Kuno Keluaran Probolinggo
Kesenian Singo Ulung Yang Eksotis Dari Bondowoso
Tips Mencari Dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog
Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #2
Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #3
Mengenal Karakter Pemasang Iklan Di Blog
================================================================
Kompleks kelenteng Kwan Sing Bio memiliki luas areal sekitar 4-5 hektar dengan berbagai bangunan dan fungsi, yang menjadikan kelenteng ini dikenal sebagai kelenteng yang paling besar dan luas di Indonesia. Di bagian barat kelenteng terdapat ruangan untuk pembaca jiam sie, kantor, berlatih barongsai dan liang-liong,dan stand souvenir.

Sedangkan di bagian timur terdapat ruangan dengan altar untuk persembahyangan dan di dalamnya terdapat pajangan seekor harimau yang telah diawetkan. Ada juga panggung mini untuk pementasan kesenian wayang potehi.

Di belakang bangunan utama kelenteng terdapat taman yang disebut Taman Dua Naga karena disana terdapat patung sepasang naga.

Yang menarik, di belakang taman itu terdapat bangunan Sembilan Gada Suci untuk menyimpan bendera dan panji-panji, barongsai, dan liang-liong khusus untuk persembahyangan dan pemujaan Dewa Kwan Kong.

Di dalam ruangan yang berkaca ini juga terdapat patung Dewa Kwan Kong yang berukuran cukup besar. Sementara di bagian luarnya pada sebelah kanan-kiri dan depan terdapat patung-patung para tokoh pembesar dalam sejarah dan legenda Tiongkok . Patung-patung itu ditampilkan dengan penggarapan pada ekspresi, detail dan warna yang cukup bagus dan menarik.

Di belakang bangunan Sembilan Gada Suci terdapat ruangan semacam aula yang cukup luas dengan relief-relief berisi kisah legenda China yang berukuran cukup besar pada dinding di bagian barat dan timur.Salah satu relief itu berkisah tentang Legenda Delapan Dewa ( Pat Sien )

Melangkahkan kaki keluar dari ruangan ini di bagian belakangnya terdapat halaman yang sangat luas. Di halaman inilah terdapat bangunan yang cukup megah laksana istana kaisar China lengkap dengan gerbang, taman , kolam dan jembatan penghubung . Bangunan yang cukup menarik dan artistik ini digunakan sebagai panggung terbuka untuk pentas kesenian ala China.

Banyak pengunjung yang masuk ke bangunan ini untuk menikmati keindahannya sambil tak lupa berfoto ria. Di sebelah barat terdapat bangunan yang berfungsi sebagai tempat makan dan dapur umum. Siapapun dan kapan pun boleh makan disana secara gratis dengan jenis makanan yang disediakan oleh pihak kelenteng.

Di belakang bangunan panggung kesenian ini terdapat bangunan bertingkat yang besar dan megah dengan hiasan kepiting di bagian atasnya . Seolah belum lengkap, di kompleks kelenteng ini juga menyusul akan dibangun Pagoda Sembilan Lantai yang sangat megah.

Selain Relief dan patung naga dan singa ,pada beberapa bagian bangunan di kelenteng juga terdapat relief dan Ornament bergambar burung phoenix ( Feng ), kuda bertanduk atau Unicorn ( Kili ), kuda ( Ma), rusa, bangau dan harimau dan satwa lainnya dengan arti filosofisnya masing-masing.

Kelenteng Kwan Sing Bio sering digunakan sebagai tempat untuk ritual Ciswak atau Fung Shen . Keduanya adalah ritual untuk membuang sial bagi orang yang sedang bermasalah pada kehidupannya atau yang merasa shio-nya jiong ( bertentangan) dengan tahun baru Imlek 2563 yang bershio naga air.

Kedua ritual itu dilakukan dengan membeli seekor atau beberapa ekor Penyu atau kura-kura dan menuliskan doa-doa dan nama yang bersangkutan pada tempurung (karapas) penyu atau kura-kura dalam huruf Cina. Bisa juga dengan melepaskan Burung-burung kecil.

Ritual dilakukan di halaman kelenteng oleh petugas pembaca Jiam sie.
Setelah dibacakan doa oleh pembaca jiam sie, Penyu, kura-kura dan burung-burung itu kemudian dilepaskan terbang ke alam bebas.




Langganan:
Postingan (Atom)