Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Januari 2014
Manusia yang Menghasilkan Api Ada di Dunia Nyata

Hal ini dapat tercapai dengan melakukan percepatan partikel untuk meningkatkan suhu hingga mencapai tingkat panas yang ekstrem dan sanggup memancarkan bunga api sehingga sanggup mengeluarkan api.Sebagian besar orang dengan karunia ini mempunyai kemampuan untuk meningkatkan suhu pribadi mereka untuk menghangatkan tubuh, bahkan dalam kondisi paling dingin.
Dalam beberapa tradisi pyrokinetic (orang yang dapat menggunakan pyrokinesis) dapat membuat api, tetapi secara "teknis" pyrokinetic hanya dapat memanipulasi api, meskipun mereka dapat membakar bahan mudah terbakar, membuat api setelahnya. Kemampuan untuk membuat api dari udara tipis, tanpa bahan mudah terbakar, disebut "pyrogenesis."

Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis (atau, kadang-kadang, psikokinesis)dimana seorang praktisi menggunakan pikirannya untuk mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka. Secara tradisional seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yang cukup untuk menciptakan api, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas, kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada. Jadi pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai di dekatnya , atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yang tidak wajar.
Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis (atau, kadang-kadang, psikokinesis)dimana seorang praktisi menggunakan pikirannya untuk mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka. Secara tradisional seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yang cukup untuk menciptakan api, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas, kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada. Jadi pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai di dekatnya , atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yang tidak wajar.
Walaupun tidak ada eksperimen empiris yang telah terbukti sesuai dengan yang ditampilkan oleh tradisi pyrokinesis populer , kemampuan untuk mengtinjauankan panas telah ditunjukkan oleh praktisi seni bela diri tertentu.
Seniman bela diri ini, dengan memanipulasi energi "chi", mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak "benar" melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol, meningkatkan dan peningkatan kemampuan alami tubuh untuk mengtinjauankan panas, sementara yang lain mengatakan bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian memenuhi syarat sebagai (telekinesis).Banyak yang memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yang cenderung lebih hangat kemudian berubah bentuk ke energi positif.Pemilik kemampuan ini cenderung penuh energi negatif dan dengan demikian sangat panas bila disentuh, atau dalam kekurangan energi negatif sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.
Fenomena yang dialami para penderita pyrokinetics, berbeda dengan yang disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spontaneous human combustion (SHC). SHC sering berakibat fatal, karena panas yang terjadi mampu mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit. Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya, bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yang menggunakan panas pada suhu 1.110 C. Perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah di situ. Itupun, bekas yang ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.
SHC adalah fenomena yang tidak secara langsung berkaitan dengan pyrokinesis, tetapi kesimpulan logis yang didapat dan telah ditarik diantara keduanya adalah jika seseorang tiba-tiba terbakar tanpa alasan yang dapat dipahami tentu saja dapat menjadi target pyrokinetic, jika seseorang mengandaikan adanya semacam itu. Teori-teori lain di sekitar keduanya, SHC dan praktisi pyrokinesis yang berjuang untuk mengendalikan kemampuan mereka dan secara tidak sengaja mengubahnya pada diri mereka sendiri, sehingga terjadilah SHC.
Willy Brough (12) dari Turlock, Kalifornia, misalnya, diduga mampu menyalakan api hanya dengan memandangnya. Akibatnya, ia harus menerima saja ketika diusir keluarganya karena dianggap kerasukan roh jahat.Untunglah, seorang petani yang tinggal dekat rumahnya mau memungut bocah itu dan kembali menyekolahkannya. Namun sayang, di sekolah baru ini ia hanya bertahan 1 hari. Karena hanya dalam sehari itu, lima ruang kelas dilalap api yang bersumber dari sorot matanya.
Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia, dekat Roma, yang selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya. Bermula pada tahun 1982, ketika buku komik yang dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala. Sejak itu, ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran. Meja-kursi dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya, termasuk juga seprai tempat tidurnya, atau barang-barang yang dipegangnya, terutama buku. Demikian pula dengan barang yang dipandangnya dengan serius, seperti yang pernah terjadi pada benda plastik yang dipegang pamannya.
Kemampuan itu membuat Benedetto merasa sangat malu, bahkan tertekan. Sementara para ilmuwan tidak mampu banyak membantunya. Profesor Mario Scuncio dari Pusat Kesehatan Sosial Tivoli misalnya, justruu memberikan diagnosis yang agak janggal dengan menilai kondisi kejiwaan anak laki-laki yang pendiam dan kutu buku itu sangat normal.Dr. Giovanni Ballesio, dekan jurusan pengobatan kesehatan dari Rome University, yang pernah menyelidiki kemungkinan ketidaknormalan pada orang yang memiliki kemampuan membangkitkan listrik tinggi pun tidak mampu menemukan penjelasan apa-apa di balik semua kebakaran itu. Benedetto hanya menyandarkan harapannya pada parapsikolog Demetrio Croce yang mencoba mengajarkan bagaimana mengontrol kemampuannya itu.
Nasib mengenaskan lain dialami Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.
Kemampuan seperti juga dikembangkan teratur oleh para biksu Tibet bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.
Tekhnik mereka ini disebut memperluas sushumna . Sushumna adalah jalur dari perjalanan kundalini hingga tulang belakang. Memperluas sushumna digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh dan membuat panas. Kemampuan ini juga dapat diterapkan untuk pyrokinesis (mengatur benda-benda hingga dapat terbakar dengan kekuatan pikiran).
Seniman bela diri ini, dengan memanipulasi energi "chi", mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak "benar" melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol, meningkatkan dan peningkatan kemampuan alami tubuh untuk mengtinjauankan panas, sementara yang lain mengatakan bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian memenuhi syarat sebagai (telekinesis).Banyak yang memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yang cenderung lebih hangat kemudian berubah bentuk ke energi positif.Pemilik kemampuan ini cenderung penuh energi negatif dan dengan demikian sangat panas bila disentuh, atau dalam kekurangan energi negatif sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.
Fenomena yang dialami para penderita pyrokinetics, berbeda dengan yang disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spontaneous human combustion (SHC). SHC sering berakibat fatal, karena panas yang terjadi mampu mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit. Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya, bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yang menggunakan panas pada suhu 1.110 C. Perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah di situ. Itupun, bekas yang ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.


Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia, dekat Roma, yang selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya. Bermula pada tahun 1982, ketika buku komik yang dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala. Sejak itu, ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran. Meja-kursi dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya, termasuk juga seprai tempat tidurnya, atau barang-barang yang dipegangnya, terutama buku. Demikian pula dengan barang yang dipandangnya dengan serius, seperti yang pernah terjadi pada benda plastik yang dipegang pamannya.

Nasib mengenaskan lain dialami Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.
Kemampuan seperti juga dikembangkan teratur oleh para biksu Tibet bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.

sumber
Rabu, 25 Desember 2013
Hal Hal Penting yg Harus Ada di Sinetron Part 2

Sebelumnya, MBDC sudah membahas pentingnya judul yang catchy, serta peran-peran yang harus ada dalam sebuah sinetron. Kali ini, MBDC akan memberikan pencerahan lebih lanjut mengenai hal-hal yang tidak kalah pentingnya untuk kamu perhatikan, jikalau suatu saat nanti kamu mau jadi produser sinetron yang kaya raya. Selamat menyaksikan.
5. Musik
Tanpa musik, sinetron kamu akan seperti sop tanpa kuah. Nah, makanya kamu perlu banyak kuah eh musik supaya sinetron kamu nikmat ditonton. Ingatlah supaya di semua adegan ada musiknya, boleh lagu full, atau suara dentingan simbal yang simpel. Dan jangan lupa untuk selalu memasukkan sound effect di setiap adegan. Dari yang besar seperti suara gledek di waktu hujan, sampai yang kecil seperti suara langkah kaki.
Selain itu, kamu juga perlu sebuah Original Soundtrack. Untuk ini kamu bisa mencari band yang lagi naik daun, menyuruh mereka untuk menciptakan dan memainkan lagu yang judulnya sama persis sama judul sinetron kamu. Nanti lagu ini bakal dipasang pas sinetron kamu mulai. Eh, atau bisa juga kebalikannya sih. Cari band yang udah terkenal, beli royalti lagunya yang paling ngetop, terus bikin judul sinetron berdasarkan lagu mereka itu.
6. Properti
Properti dalam sinetron adalah benda-benda pendukung. Contohnya: rumah, mobil, pakaian dan aksesoris para pemain, dll. Syaratnya cuma 1 : "Makin terlihat mahal, semakin bagus" Nggak apa-apa kalo mau mau hemat pake barang KW, yang penting pas di shooting keliatan kalo itu barang mahal. Rumah musti gede, mewah, 2 lantai, dan ada pilarnya. Mobil juga mobil mewah lah ya. Minimal mobil menteri ato yang Convertible gitu.
7. Slow Motion dan Musik Dramatis
Kedua hal ini satu paket yang tidak boleh terpisahkan dan adalah salah satu elemen paling penting dalam sinetron. Semua adegan-adegan penting dalam sinetron, selalu dilakukan dalam slow motion plus dengan musik dramatis. Ketika si C ternyata adalah bapak dari bayi yang dikandung oleh si A, ketika tokoh utama ditabrak mobil dan terluka parah, atau ketika para peran antagonis sedang membuat rencana baru, semua harus disajikan dalam slow motion plus musik dramatis. Kenapa? Karena dengan penyajian seperti ini, bisa membuat adegan itu terasa 100 juta kali lebih serius dan dramatis.
Bahkan adegan yang biasa aja, kalo disajikan dengan slow motion plus musik dramatis akan terasa beda. Coba deh kamu rekam tukang bubur ayam lagi nuang bubur ke mangkok, terus kamu nonton slow motion sambil denger musik dramatis. UOGH ! Mantap sensasinya bung! Selain itu slow motion juga bisa nambah-nambahin durasi. Lumayan lah.
8. Ngomong Sendiri
Ngomong sendiri adalah hal yang sungguh penting untuk digunakan ketika kamu mau menjelaskan apa yang sedang ada di pikiran karakter sinetron kamu. Ngomong sendiri ini bisa digunakan di berbagai macam kesempatan, misalnya ketika si karakter jahat lagi menyusun rencana jahat baru atau ketika si karakter baik lagi mempertanyakan suatu kejanggalan yang baru saja dia lihat. Gak realistis? Siapa bilang! Ada banyak gitu orang yang suka ngomong sendiri. Biasanya mereka ada di jalanan trus bugil gitu.
Nah begitulah kira-kira panduan dari MBDC. Ada satu kalimat bijak yang bisa kamu jadikan pegangan kalo mau membuat sinetron:
Inti dari sinetron adalah cerita yang bisa ditulis dalam satu kalimat, tapi halangannya 200 episode.
Begitulah. Ingat itu selalu ya. Nanti kalo sinetron kamu udah sukses, jangan lupakan MBDC ya. Paling enggak bagi-bagi dikit lah royaltinya.

Artikel lainnya di Malesbanget.com
- Hal-hal Penting yg Harus Ada di Sinetron Indonesia - Part 1
- Enaknya Punya Temen Orang Terkenal
- Kenapa Orang Cakep Banyak yg Ngajakin Kenalan
- Cara Menjadi Wartawan Infotainment
- Cara Menjadi Penjual yang Baik di Mangga Dua dan Sejenisnya
Langganan:
Postingan (Atom)