Tampilkan postingan dengan label terbesar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terbesar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Inilah 7 Misteri Terbesar Planet Mars

Mars dikenal sebagai "bintang api" oleh astronom kuno China. Peneliti masa kini sering menyebutnya sebagai planet merah.

Meskipun puluhan wahana ruang angkasa telah dikirimkan ke Mars, masih banyak hal yang menjadi teka-teki dan memunculkan pertanyaan mengenai planet tersebut. Inilah beberapa misteri Planet Mars yang menarik disimak, seiring dengan rencana NASA meluncurkan wahananya, Mars Science Laboratory Curiosity, ke sana pada 25 November mendatang.

1. Mengapa Mars memiliki dua wajah berbeda?
Para peneliti sejak lama bertanya-tanya mengapa dua sisi Planet Mars memiliki perbedaan yang mencolok? Belahan utara Mars bisa dikatakan datar dan berupa dataran rendah, bahkan termasuk salah satu permukaan paling datar, paling halus di tata surya. Kondisi itu barangkali terbentuk oleh air yang diduga pernah mengalir di permukaan planet merah.

Sementara itu, kebalikannya, belahan selatan Mars memiliki permukaan yang terjal, berkawah, dan sekitar 4 km hingga 8 km lebih tinggi dibanding belahan utara. Bukti-bukti terkini memunculkan perkiraan bahwa perbedaan antara sisi utara dan selatan Mars itu diakibatkan oleh batu raksasa dari ruang angkasa yang menghantam Mars pada masa lalu.

2. Dari mana asal gas metana di Mars?
Metana—molekul organik paling sederhana—pertama kali ditemukan di atmosfer Mars oleh wahana Mars Express milik Badan Antariksa Eropa pada tahun 2003. Di Bumi, sebagian besar gas metana di atmosfer dihasilkan oleh makhluk hidup. Gas metana diduga sudah ada di atmosfer Mars sejak 300 tahun lalu. Artinya, apa pun sumbernya, keberadaan gas tersebut belum lama.

Meski begitu, gas metana bisa juga muncul di luar kehidupan, seperti misalnya dari aktivitas vulkanik. Wahana ExoMars milik ESA yang akan diluncurkan pada 2016 bakal meneliti komposisi kimia atmosfer Mars dan mempelajari keberadaan metana di sana.

3. Di manakah lautan Mars?
Banyak misi ke Mars menemukan bukti-bukti bahwa planet tersebut pernah memiliki kondisi cukup hangat sehingga air tidak membeku dan bisa mengalir di permukaannya. Bukti-bukti itu antara lain berupa wilayah yang seperti bekas lautan, jaringan-jaringan lembah, delta-delta sungai, dan sisa-sisa mineral yang seolah terbentuk oleh air.

Meski begitu, pemodelan iklim Mars belum bisa menjelaskan bagaimana temperatur hangat itu bisa terjadi, mengingat cahaya Matahari jauh lebih lemah dahulu. Ada dugaan, bentuk-bentuk di atas terbentuk bukan oleh air, melainkan oleh angin atau mekanisme lain. Namun masih tetap ada bukti bahwa Mars pernah cukup hangat untuk mendukung keberadaan air dalam bentuk cair, setidaknya di satu tempat di permukaannya.

4. Apakah ada air mengalir di permukaan Mars saat ini?
Meski sebagian besar bukti menunjukkan bahwa air pernah mengalir di permukaan Mars, masih menjadi teka-teki apakah masih ada air yang mengalir di permukaan planet tersebut saat ini. Tekanan atmosfer Mars terlalu rendah, sekitar satu per seratus tekanan di Bumi sehingga air sulit berada di permukaannya. Namun ada jalur gelap dan sempit di lereng-lereng Mars yang memunculkan dugaan bahwa ada air yang mengalir tiap musim semi.

5. Apakah ada kehidupan di Mars?
Wahana pertama yang berhasil mendarat di Mars, Viking 1 milik NASA, memunculkan teka-teki yang masih misterius saat ini: Adakah bukti kehidupan di Mars? Viking adalah wahana yang secara khusus ditugaskan untuk mencari kehidupan di Mars, dan apa yang ditemukan masih menjadi perdebatan hingga hari ini. Wahana itu telah menemukan adanya molekul organik seperti metil klorida dan dichloromethane. Walau demikian, senyawa-senyawa itu bisa jadi merupakan kontaminasi dari Bumi yang terbawa saat wahana bersiap meluncur di Bumi.

Permukaan Mars sendiri sangat tidak bersahabat bagi makhluk hidup dalam hal suhu yang sangat rendah, radiasi, kondisi kering, dan faktor-faktor lain. Walau begitu, ada makhluk-makhluk hidup yang bisa bertahan di lingkungan ekstrem di Bumi, seperti di Lembah Kering Antartika yang dingin dan kering, atau wilayah amat kering di Gurun Atacama di Cile.

Secara teori, selalu ada kehidupan, seperti ada air dalam bentuk cair di Bumi. Kemungkinan pernah adanya lautan di Mars memunculkan pertanyaan apakah pernah ada kehidupan di sana. Bila ada, apakah sampai saat ini makhluk-makhluk hidup itu tetap eksis? Jawaban atas pertanyaan itu mungkin membantu memberikan sedikit pencerahan terhadap pertanyaan seberapa umumkah kehidupan di jagat raya.

6. Apakah kehidupan di Bumi berawal dari Mars?
Meteorit yang ditemukan di Antartika dan berasal dari Mars—terlempar dari planet merah akibat tabrakan kosmis—memiliki struktur serupa dengan batuan yang dihasilkan mikroba di Bumi. Meski penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa struktur itu terbentuk karena proses kimia dan bukan biologi, perdebatan mengenai Mars sebagai asal-usul kehidupan di Bumi masih berlanjut. Beberapa orang masih memegang teori bahwa kehidupan di Bumi berasal dari Mars, dan terbawa ke Bumi bersama meteorit.

7. Bisakah manusia hidup di Mars?
Untuk menjawab apakah kehidupan pernah ada atau masih ada di Mars, barangkali manusia perlu pergi ke sana dan mencarinya sendiri.

Pada tahun 1969, NASA pernah merencanakan misi berawak ke Mars pada tahun 1981 dan membangun stasiun permanen di sana tahun 1988. Namun perjalanan antarplanet itu ternyata menghadapi tantangan ilmiah dan teknologi yang tidak kecil.

Para ilmuwan harus mengatasi berbagai masalah perjalanan antarplanet, seperti makanan, air, oksigen, efek gravitasi mikro, kemungkinan radiasi yang berbahaya, dan kenyataan bahwa astronot yang pergi ke sana akan berada jutaan kilometer dari Bumi sehingga tidak mudah untuk mendapat bantuan bila terjadi sesuatu. Selain itu, mendarat, bekerja, dan hidup di planet lain lalu kembali ke Bumi bukan perkara mudah.
sumber:http://sains.kompas.com/read/2011/11/20/05542425/Tujuh.Misteri.Terbesar.Mars
Selengkapnya

Selasa, 25 Februari 2014

Excavator Terbesar Di Dunia

Inilah Mesin tambang raksasa sejenis excavator buatan Krupp, pabrikan asal Jerman, ini berukuran panjang 300 meter dan berat 45.500 ton, dan mampu bergerak dengan roda rantainya di banyak area pertambangan terbuka.





Kabar perpindahan terakhirnya terjadi pada tahun 2001, ketika mesin ini bergerak dari satu pertambangan ke pertambangan yang lain – menempuh jarak 22 kilometer, menjelajahi daratan, jalan-jalan raya, menyeberangi rel-rel kereta api, pinggiran kota dan pedesaan. Karena mesin ini tidak bisa begitu saja melewati rintangan-rintangan itu -karena bisa merusaknya- para pekerja menyiapkan lapisan pasir untuk alas disepanjang jalannya ketika melewati rel KA, jalan-jalan raya, memindahkan tiang-tiang listrik, dan menyebarkan rumput-rumput khusus di atas tanah yang dilaluinya untuk mempermudah jalannya.




Butuh waktu 3 minggu untuk memindahkannya! Ketika sampai di tempatnya mesin ini akan melahap bukit-bukit batubara, batu-batu karang dengan rakus!





Silahkan lihat di homepage Krupps yang mempertunjukkan keluarga mesin-mesin monsternya.

















Overburden Conveyor Bridge F60



Mesin raksasa ini dinamakan Overburden Conveyor Bridge F60, berlokasi di Lichterfeld (source di sini). Raksasa besi ini memiliki panjang 502 meter, lebar 202 meter, tinggi 80 meter dan berat 11.000 ton!. Dibuat di Jerman Timur tahun 1991 oleh VEB TAKRAF Lauchhammer. Setelah beroperasi hanya selama 13 bulan, mesin ini diistirahatkan karena alasan tidak ramah energi. Pertambangan Klettwitz-Nord tempat dioperasikannya mesin konveyor ini ditutup. Saat ini mesin ini disebut sebaga “menara eifell yang terbaring”.
Perbandingan “F60″ dengan menara Eiffel







“Big Muskie”, Raksasa Berjalan di Ohio
Excavator berjalan “Big Muskie” pernah menjadi Mesin Pemindah Tanah Terbesar di Muka Bumi. Dibuat tahun 1969, mesin ini mampu memindahkan 39 juta pound tanah dan batu tiap jamnya, merengjuh batubara hingga kedalaman 100-150 kaki di tenggara Ohio. BM mampu mengayun sepanjang 600 kaki, bergerak menjelajahi daratan dengan 4 tumpuan raksasanya.





Beroperasi hingga 1991 setelah permintaan berhenti dan juga karena kemauan dari pemiliknya. Dibongkar tahun 1999 dan hanya tersisa pengeruk raksasanya saja sebagai tontonan menarik di Reinersville, Ohio.
Mesin Besar Membuat Lubang Besar
Kalau melihat ukuran dari mesin ini tidak heran jika salah satu tinjauannya adalah satu lubang tambang berlian yang berdiameter 1,25 kilometer dan kedalaman 525 meter di pusat Siberia dekat kota Mirny.




Perhatikan tanda panah di gambar ini. Itu adalah truk tambang, yang butuh waktu 2 jam untuk mendaki dari dasar lubang.

 


sumber
Selengkapnya